Prinsip- Prinsip Pembelajaran Model Rasional (MPR)
PRINSIP- PRINSIP
PEMBELAJARAN MODEL PEMBANGUNAN RASIONAL (MPR)
Beberapa prinsip yang perlu
diperhatikan dalam pembangunan rasional anak adalah sebagai berikut:
a.
Logis
Berarti dapat dipaham. Artinya proses pengembangan rasional
anak harus dibawa kepada tahapan kemampuan berpikir anak yang dapat dipahami
oleh anak. Mengajak berpikir tentang mengapa seorang anak SD harus berinfaq
atau bershadaqoh dengan alasan bahwa infaq dan shadaqah itu diperintahkan dalam
Al-Quran, hal tersebut merupakan contoh proses pembangunan rasional yang tidak
berlandaskan pada prinsip kelogisan. Artinya tidak logis mengajak anak SD untuk
berpikir menganalisis ayat Al-Quran untuk dijadikan referensi pikirannya dalam
memilih “melakukan shadaqoh” atau “tidak melakukan shadaqoh
b.
Rasional
Berarti masuk akal dalam konteks pembangunan rasional
anak didik perlu untuk diajak memahami suatu perkara dari sisi rasionalitas.
Walaupun demikian, dalam hal konteks tertentu, rasionalitas ini tidak menjadi
mutlak, karena ada banyak keterbatasan potensi piker manusia untuk memecahkan
masalah. Melalui keterbatasan tersebut, manusia harus selalu bersyukur karena
keterbatasan tersebut merupakan wujud kasih sayang Allah SWT.
c.
Sistematis
Memiliki arti bahwa pengembangan rasional anak harus
dibawa untuk berpikir sistematis, sehingga ia akan lebih mudah mencari
pemecahan masalah, baik bagi dirinya, keluarganya, maupun manusia pada umumnya.
d.
Sistemik
Memiliki
arti bahwa pengembangan rasionalitas berpikir anak harus dibawa pada berpikir
secara menyeluruh, tidak parsial. Dengan berpikir menyeluruh, maka anak akan
dibawa untuk berpikir komprehensif, sehingga hal- hal yang dimungkinkan terjadi
dapat diprediksi lebih awal. Dalam kondisi ini, anak-anak menjadi antisipator
yang handal.
Sumber: Kesuma, Dharma., Triatna, C., dan Permana, J. 2013. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Komentar
Posting Komentar